INDONESIA - “Gerak adalah sumber kehidupan, dan gerak yg dibutuhkan di dunia ini bergantung pd energi, siapa yg menguasai energi dialah pemenang” Ambisi terbesar Sukarno adalah menjadikan energi sebagai puncak kedaulatan bangsa Indonesia, pd peresmian pembelian kapal tanker oleh Ibnu Sutowo sekitar tahun 1960, Bung Karno berkata “Dunia akan bertekuk lutut kepd siapa yg punya minyak, heee….joullie (kalian =bahasa belanda) tau siapa yg punya minyak paling banyak, siapa yg punya penduduk paling banyak…inilah bangsa Indonesia, Indonesia punya minyak, punya pasar. Jadi minyak itu dikuasai penuh oleh orang Indonesia utk orang Indonesia, lalu dari minyak kita ciptaken pasar-pasar dimana orang Indonesia menciptaken kemakmurannya sendiri”.
Jelas langkah Sukarno tak disukai Amerika Serikat, tapi Moskow cenderung setuju pd Sukarno, ketimbang hrs perang di Asia Tenggara dengan Amerika Serikat, Moskow memutuskan bersekutu dengan Sukarno, tapi perpecahan Moskow dengan Peking bikin bingung Sukarno. Akhirnya Sukarno memutuskan maju terus tampa Moskow, tampa Peking utk berhadapan dengan kolonialis barat.
Di tahun 1960, Sukarno bikin gempar perusahaan minyak asing, dia panggil Djuanda, dan suruh bikin susunan soal konsesi minyak “Kamu tau, sejak 1932 aku berpidato di depan Landraad soal modal asing ini? soal bagaimana perkebunan-perkebunan itu dikuasai mereka, jadi Indonesia ini tdk hnya berhadapan dengan kolonialisme tapi berhadapan dengan modal asing yg memperbudak bangsa Indonesia, saya ingin modal asing ini dihentiken, dihancurleburken dengan kekuatan rkyt, kekuatan bangsa sendiri, bangsaku hrs bisa maju, hrs berdaulat di segala bidang, apalagi minyak kita punya, coba kau susun sebuah regulasi agar bangsa ini merdeka dalam pengelolaan minyak” urai Sukarno di depan Djuanda.
Lalu tak lama kemudian Djuanda menyusun surat yg kemudian ditandangani Sukarno. Surat itu kemudian dikenal UU No. 44/tahun 1960. isi dari UU itu amat luar biasa dan memukul MNC (Multi National Corporation). “Seluruh Minyak dan Gas Alam dilakukan negara atau perusahaan negara”. Inilah yg kemudian menjadi titik pangkal kebencian kaum pemodal asing pd Sukarno, Sukarno jadi sasaran pembunuhan dan orang yg paling diincar bunuh nomor satu di Asia. Tapi Sukarno tak gentar, di sebuah pertemuan para Jenderal-Jenderalnya Sukarno berkata “Buat apa memerdekakan bangsaku, bila bangsaku hnya ttp jadi budak bagi asing, jangan dengarken asing, jangan mau dicekoki Keynes, Indonesia utk bangsa Indonesia”. Ketika laporan intelijen melapori bahwa Sukarno tdk disukai ats UU No. 44 tahun 1960 itu Sukarno malah memerintahkan ajudannya utk membawa paksa seluruh direktur perusahaan asing ke Istana. Mereka takut pd ancaman Sukarno. Dan diam ketakutan.
Pd hari Senin, 14 Januari 1963 pemimpin tiga perusahaan besar dtg lagi ke Istana, mereka dari perusahaan Stanvac, Caltex dan Shell. Mereka meminta Sukarno membatalkan UU No.40 tahun 1960. UU lama sebelum tahun 1960 disebut sebagai “Let Alone Agreement” yg memustahilkan Indonesia menasionalisasi perusahaan asing, ditangan Sukarno perjanjian itu diubah agar ada celah bila asing macam-macam dan tdk memberiken kemakmuran pd bangsa Indonesia ats investasinya di Indonesia maka perusahaannya dinasionalisasikan. Para boss perusahaan minyak itu meminta Sukarno utk mengubah keputusannya, tapi inilah jawaban Sukarno “Undang-Undang itu aku buat utk membekukan UU lama dimana UU lama merupaken sebuah fait accomply ats keputusan energi yg tdk bisa menasionalisasikan perusahaan asing. UU 1960 itu kubuat agar mereka tau, bahwa mereka bekerja di negeri ini hrs membagi hasil yg adil kepd bangsaku, bangsa Indonesia” mereka masih ngeyel juga, tapi bukan Bung Karno namanya ketika didesak bule dia malah meradang, sambil memukul meja dan mengetuk-ngetukkan tongkat komando-nya lalu mengarahkan telunjuk kepd bule-bule itu Sukarno berkata dengan suara keras :”Aku kasih waktu pd kalian beberapa hari utk berpikir, kalau tdk mau aku berikan konsesi ini pd pihak lain negara..!” waktu itu ambisi terbesar Sukarno adalah menjadikan Permina (skrng Pertamina) menjadi perusahaan terbesar minyak di dunia, Sukarno butuh investasi yg besar utk mengembangkan Permina. Caltex disuruh menyerahkan 53% hasil minyaknya ke Permina utk disuling, Caltex diperintahkan memberikan fasilitas pemasaran dan distribusi kepd pemerintah, dan menyerahkan modal dalam bentuk dollar utk menyuplai kebutuhan investasi jangka panjang pd Permina.
Bung Karno tdk berhenti begitu saja, ia juga menggempur Belanda di Irian Barat dan mempermainkan Amerika Serikat, Sukarno tau apabila Irian Barat lepas maka Biak akan dijadikan pangkalan militer terbesar di Asia Pasifik, dan ini mengancam kedaulatan bangsa Indonesia yg baru tumbuh. Kemenangan ats Irian Barat merupakan kemenangan ats kedaulatan modal terbesar Indonesia, di barat Indonesia punya lumbung minyak yg berada di Sumatera, Jawa dan Kalimantan sementara di Irian Barat ada gas dan emas. Indonesia bersiap menjadi negara paling kuat di Asia. Hitung-hitungan Sukarno di tahun 1975 akan terjadi booming minyak dunia, di tahun itulah Indonesia akan menjadi negara yg paling maju di Asia , maka obesesi terbesar Sukarno adalah membangun Permina sebagai perusahaan konglomerasi yg mengatalisator perusahaan-perusahaan negara lainnya di dalam struktur modal nasional. Modal Nasional inilah yg kemudian bisa dijadikan alat utk mengakuisisi ekonomi dunia, di kalangan penggede saat itu struktur modal itu diberi kode namanya sebagai ‘Dana Revolusi Sukarno”. Kelak empat puluh tahun kemudian banyak negara-negara kaya seperti Dubai, Arab Saudi, Cina dan Singapura menggunakan struktur modal nasional dan membentuk apa yg dinamakan Sovereign Wealth Fund (SWF) sebuah struktur modal nasional yg digunakan utk mengakuisisi banyak perusahaan di negara asing, salah satunya apa yg dilakukan Temasek dengan menguasai saham Indosat.
Sukarno sangat perhatian dengan seluruh tambang minyak di Indonesia, di satu sudut Istana samping perpustakaannya ia memiliki maket khusus yg menggambarkan posisi perusahaan minyak Indonesia, suatu hari saat Bung Karno kedtgan Brigjen Sumitro, yg disuruh Letjen Yani utk menggantikan Brigjen Hario Ketjik menjadi Panglima Kalimantan Timur, Sukarno sedang berada di ruang khusus itu, lalu ia keluar menemui Sumitro yg diantar Yani utk sarapan dengan Bung Karno, saat sarapan dengan roti cane dengan madu dan beberapa obat utk penyakit ginjal dan diabetesnya, Sukarno berkata singkat pd Sumitro : “Generaal Sumitro saya titip rafinerij (rafineij = tambang dalam bahasa Belanda) di Kalimantan, kamu jaga baik-baik” begitu perhatiannya Sukarno pd politik minyak.
Kelabakan dengan keberhasilan Sukarno menguasai Irian Barat, Inggris memprovokasi Sukarno utk main di Asia Tenggara dan memancing Sukarno agar ia dituduh sebagai negara agresor dengan mengakuisisi Kalimantan. Mainan lama ini kemudian juga dilakukan dengan memancing Saddam Hussein utk mengakuisisi Kuwait sehingga melegitimasi penyerbuan pasukan Internasional ke Baghdad. Sukarno panas dengan tingkah laku Malaysia, negara kecil yg tak tau malu utk dijadikan alat kolonialisme, namun Sukarno juga terpancing karena bagaimanapun armada tempur Indonesia yg diborong lewat agenda perang Irian Barat menganggur. Sukarno ingin mengetest Malaysia.
Tapi sial bagi Sukarno, ia justru digebuk Jenderalnya sendiri. Sukarno akhirnya masuk perangkap Gestapu 1965, ia disiksa dan kemudian mati mengenaskan, Sukarno adalah seorang pemimpi, yg ingin menjadikan bangsanya kaya raya itu dibunuh oleh konspirasi. Dan sepeninggal Sukarno bangsa ini sepenuhnya diambil alih oleh modal asing, tak ada lagi kedaulatannya dan tak ada lagi kehormatannya.
Sukarno menciptakan landasan politik kepemilikan modal minyak, inilah yg hrs diperjuangkan oleh generasi muda Indonesia, kalian hrs berdaulat dalam modal, bangsa yg berdaulat dalam modal adalah bangsa yg berdaulat dalam ekonomi dan kebudayaannya, ia menciptakan msyrkat yg tumbuh dengan cara yg sehat.
Bung Karno tdk hnya mengeluh dan berpidato didepan publik tentang ketakutannya seperti SBY, tapi ia menantang, ia menumbuhkan keberanian pd setiap orang Indonesia, ia menumbuhkan kesadaran bahwa manusia Indonesia berhak ats kedaulatan energinya. Andai Indonesia berdaulat energinya, Pertamina menjadi perusahaan minyak terbesar di dunia dan menjadi perusahaan modal yg mengakusisi banyak perusahaan di dunia maka minyak Indonesia tak akan semahal skrng, rkyt yg dicekik terus menerus.
Pd Bung Karno, hendaknya jalannya sejarah Indonesia hrs dikembalikan.
Sabtu, 21 April 2012
Selasa, 17 April 2012
Jangan biarkan Indonesia Pecah
INDONESIA - Bangsa adalah suatu kelompok manusia yang dianggap memiliki identitas bersama, dan mempunyai kesamaan bahasa, agama, ideologi, budaya, dan/atau sejarah. Mereka umumnya dianggap memiliki asal-usul keturunan yang sama. Konsep bahwa semua manusia dibagi menjadi kelompok-kelompok bangsa ini merupakan salah satu doktrin paling berpengaruh dalam sejarah. Doktrin ini merupakan doktrin etika dan filsafat, dan merupakan awal dari ideologi nasionalisme.
Genosida bangsa ini bisa terjadi karena berbagai sebab. Kata genosida ini pertama kali digunakan oleh seorang ahli hukum Polandia, Raphael Lemkin, pada tahun 1944 dalam bukunya Axis Rule in Occupied Europe yang diterbitkan di Amerika Serikat.
Genosida yang sangat terkenal dan menjadi dasar berbagai bangsa memberikan suaka kepada kaum Yahudi adalah genosida yang (katanya) dilakukan oleh bangsa Jerman.
Holocaust merupakan persekusi dan pembantaian sekitar enam juta orang Yahudi yang dilakukan secara sistematis, birokratis dan disponsori oleh rezim Nazi beserta para kolaboratornya. “Holocaust” berasal dari bahasa Yunani yang artinya “berkorban dengan api.” Nazi, yang mulai berkuasa di Jerman pada bulan Januari 1933, meyakini bahwa bangsa Jerman adalah “ras unggul” sedangkan kaum Yahudi dianggap “inferior,” yaitu ancaman luar terhadap apa yang disebut dengan masyarakat rasial Jerman.
Selama masa Holocaust berlangsung, pemerintah Jerman juga menjadikan kelompok-kelompok lain sebagai target karena mereka dianggap memiliki “ras inferior”: Orang Roma (Gipsi), penyandang cacat, dan sebagian bangsa Slavia (Polandia, Rusia, dan yang lainnya). Kelompok lainnya dipersekusi karena alasan politis, ideologis, dan perilaku, di antaranya kaum Komunis, Sosialis, Kesaksian Yehova, serta kaum homoseksual. (Sumber : United States Holocaust Memorial Museum)
Walaupun ada sebagian yang menyangsikan kejadian sebenarnya, yang selama ini jadi propaganda kaum Yahudi untuk dikasihani oleh bangsa dari negara lain dengan tujuan menarik simpati. Holocaust yang dipercayai ini berakar dari diary nona Anne Frank. Berikut bukti yang dijadikan dasar bahwa holocaust tersebut adalah hoax
-Pada masa skitar 1944, ballpoint belum ada.Dan anehnya si Anne Frank sudah menggunakannya
untuk menuliskan diary tersebut.
-Terjadi perbedaan gaya bahasa tulisan saat dia umur 13 yang masih cenderung
baru jadi remaja menjadi super dewasa hanya dalam setahun. (14 juni 1942 - 15 juli 1944)
Kaum Yahudi tersebut hanya mengambil untung dari kejadian kecil yang dibesar-besarkan.
Sekarang kita membahas gejala kematian suatu bangsa yang tidak dilakukan oleh bangsa lain, setidaknya tidak secara langsung.
Sekarang ini dengan adanya identitas bahwa kita adalah bangsa Indonesia yang ditandai dengan Dasar negara, Lambang negara, Lagu Indonesia Raya dan Bendera negara mulai terkikis. Malah ada yang menuliskan ramalan tersebut dalam suatu buku yang (katanya) dilihat dari gejala-gejala yang tampak dewasa ini.
1. Kepentingan rimordial (kesamaan etnis)
2. Ikatan ekonomis (kepentingan bisnis),
3. Ikatan kultur (kesamaan budaya),
4. Ikatan ideologis (kepentingan politik), dan
5. Ikatan regilius (membangun negara berdasar agama)
Juga siklus 70 tahun yang mewarnai sejarah ibu pertiwi ini. Kerajaan Sriwijaya yang berkuasa pada abad 6-7 M di mana waktu itu rakyat di kawasan Nusantara bersatu di bawah kepemimpinannya. Memasuki usia ke-70 tahun kerajaan itu mulai buyar dan muncul banyak kerajaan kecil yang mandiri berdaulat. Alhasil, di awal abad ke-9 nama Kerajaan Sriwijaya hanya tinggal sejarah. Tujuh abad kemudian (abad 13-14 M) lahir Kerajaan Majapahit di Trowulan, Jawa Timur sekarang. Kerajaan besar itu berhasil menyatukan kembali penduduk Nusantara. Namun, kerajaan ini pun bernasib sama dengan Sriwijaya. Memasuki usia ke-70 pengaruhnya mulai hilang dan bermunculanlah kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara. Nama Majapahit pun hilang ditelan bumi. Tujuh abad pasca-jatuhnya Majapahit, di tahun 1945 (abad 20) rakyat Nusantara kembali bersatu dalam suatu ikatan negara bangsa bernama Republik Indonesia (abad 20-21). Tahun 2015 akan bertepatan RI merayakan HUT-nya yang ke-70.
Selain itu, Pertengkaran sesama anak bangsa yang sama-sama merasa jago dan hebat, masing-masing punya kendaraan partai, punya jaringan internasional, punya dana/uang mandiri, punya akses, merasa punya kemampuan jadi Presiden; merupakan penyebab ketiga Indonesia akan pecah berkeping-keping menjadi negara-negara kecil. Masing-masing tokoh ingin menjadi nomor satu di satu negara. Fenomena ini sudah menguat sejak era reformasi yang dimulai dengan diterapkannya UU Otonomi Daerah.
Dan salah satu penyebab Indonesia akan pecah di tahun 2015 karena adanya konspirasi global. Ada grand strategy global untuk menghancurkan keutuhan Indonesia. Ada skenario tingkat tinggi yang ingin menghancurkan Indonesia atau bahkan menghilangkan nama Indonesia sebagai negara bangsa, tegasnya. Konspirasi global ini, Djuyoto Suntani melihat, terus bergerak dan bekerja secara cerdas dengan menggunakan kekuatan canggih melalui penetrasi budaya, penyesatan opini, arus investasi, berbagai tema kampanye indah seperti demokratisasi, hak asasi manusia, kesetaraan gender, modernisasi, kebebasan pers, kemakmuran, kesejahteraan, sampai pada mimpi-mimpi indah lewat bisnis obat-obatan terlarang dengan segmen generasi muda.
Ramalan itupun menyebutkan daerah mana saja yang akan berdiri sebagai negara, yaitu ;
1.Naggroe Atjeh Darrusallam : Banda Atjeh
2.Sumatra Utara : Medan
3.Sumatra Selatan : Lampung
4.Sunda Kecil : Jakarta
5.Jamar (Jawa Madura) : Surakarta
6.Yogyakarta : Yogyakarta
7.Kalimantan Barat : Pontianak
8.Kalimantan Timur : Samarinda
9.Ternate Tidore : Ternate
10.Sulawesi Selatan : Makassar
11.Sulawesi Utara : Manado
12.Nusa Tenggara : Mataram
13.Flobamora & Sumba: Kupang
14.Timor Leste : Dili
15.Maluku Selatan : Ambon
16.Maluku Tenggara : Tual
17.Papua Barat : Jayapura
18. Negara Riau Merdeka
Apakah kalian setuju negeri merah putih ini mengalami perpecahan?? Mau sampai kapan pertikaian dengan mengusung kedaerahan akan terus berlanjut??
Siapapun dapat meramalkan hal ini bila melihat gejala-gejala yang berkenbang ditengah masyarakat sekarang ini. Tidak perlu menulis buku pun keinginan kuat untuk pisah dari ibu kandung bumi pertiwi semakin santer dihembuskan. Hentikanlah semua hal (apapun itu) yang memunculkan bibit perpecahan. Hapus organisasi liar yang jelas-jelas mengusung benih permusuhan seperti misalnya, fans klub sepakbola. Yang jelas terbukti menghasut anggotanya untuk saling bermusuhan antar fans klub yang lain dan dari tahun ke tahun menambah daftar korbannya.
Kita bukan Eropa. Kita bukan negara daratan. Kita bukan negara kuat seperti Inggris!!!
Jangan wariskan dendam antar daerah kepada generasi penerus. Jangan tanamkan warisan DIVIDE ET IMPERA pada relung hati anak bangsa.
Jangan pecahkan bangsa ini hanya untuk bendera kecil…….
Salam merah putih!!!
Warga Malaysia: Tirulah RI Hormat Bendera
Dalam laman New Straits Times, 24 Juni 2010, Norman Fernandez menuliskan curahan hatinya yang berjudul, 'Perlakukan Bendera Kita Lebih Baik'.
"Baru-baru ini aku mengunjungi Bandung, Indonesia. Di sana aku mengamati penjaga keamanan di hotel yang kutinggali, mengibarkan bendera Indonesia pagi hari.
Saat matahari terbenam, penjaga itu menurunkan benderanya -- tak membiarkan bendera itu menyentuh tanah, lalu melipatnya dan menyerahkannya ke resepsionis. Hal itu juga kerap dilakukan di gedung-gedung pemerintah.
Aku juga diberi tahu, bahwa anak sekolah di Indonesia diajarkan tak hanya soal arti dari warna bendera -- merah dan putih, tapi juga sejarahnya, protokol dan etika mengibarkan bendera.
Selama lima hari aku di Bandung, aku tak pernah melihat bendera Indonesia compang-camping dan pudar warnanya.
Di sini, di Malaysia, pernahkan Anda melihat petugas keamanan di gedung-gedung pemerintah mengibarkan bendera 'Jalur Gemilang' atau bendera negara bagian?
Jika lain kali Anda ke Johor Bahru, lihatlah bendera Malaysia dan bendera Johor Bahru yang pudar berkibar di tiang bendera.
Aku juga sering melihat anak-anak berpakaian dengan motif bendera, 'Jalur Gemilang' yang dibuat dari potongan bendera Malaysia. Atau penyanyi baru, Sudirman Arshad yang memakai baju seperti itu. Dapatkan kita menjahit bendera dan dijadikan baju?
Minggu lalu aku berkendara dari Johor Bahru ke Kulai. Saat melewati gedung-gedung pemerintah, aku melihat bendera yang compang-camping dan kotor.
Yang paling hina, menurutku, ada yang memakai bendera Johor untuk membungkus pepaya di pohon.
Untuk mengibarkan bendera, baik 'Jalur Gemilang' maupun bendera Johor, misalnya, sudah ada aturannya. Namun tak ada yang mengindahkannya.
Sudah saatnya pemerintah mendidik masyarakat soal etika dan protokol memperlakukan bendera, termasuk pada bendera yang telah usang.
Seorang teman pernah bercerita, dia membakar bendera yang Malaysia yang telah usang dan menaburkan abunya di Laut Lido. Apakah 'kremasi' adalah cara yang benar?
Hanya tinggal dua bulan lagi kita merayakan kemerdekaan, saatnya untuk memperlakukan bendera kita dengan baik. Ganti bendera yang usang itu dengan yang baru dan gagah."
Indonesia No 1 di Asia, kok MALAYSIA pake slogan TRULY ASIA?
Tempat - tempat d bali banyak mendapatkan penghargaan kelas dunia....
Nirwana Bali Golf and Country Club:
voted Asia's Best Golf Course by Asian Golf Monthly for 3 consecutive years (2002-2004)
Ayana Resort - Bali:
CONDE NAST TRAVELLER READERS’ AWARDS 2011 - Best Resort in Asia
Thermes Marins Bali SPA - Ayana Resort - Bali
CONDE NAST TRAVELLER READERS’ AWARDS 2011 - World's best spa
Rock Bar - Ayana Resort - Bali
THE YAK READERS' AWARDS - Best Sunset Venue
Conrad - Bali
Expedia Insiders’ Select Awards - Best Hotel in Asia and fifth in the world
Alila Hotel Uluwatu - Bali
World most spectacular swimming pool by CNNGO
Jimbaran Bay - Bali
World's best wedding venue by CNNGO
Sumber
Senin, 16 April 2012
Pada Suatu Ketika, Jakarta Diinvasi TRANSFORMERS !
INDONESIA - Siapa bilang animator anak negeri tidak bisa bersaing dengan studio animasi luar macam Pixar? Sebelum memberikan vonis seperti itu, sebaiknya kamu tonton dulu sebuah film animasi pendek yang berjudul cukup unik, Pada Suatu Ketika ini. Pada Suatu Ketika ini dibuat oleh sekelompok animator asal Solo yang menamakan diri mereka Lakon Animasi.
Pada Suatu Ketika mengisahkan keadaan kota Jakarta yang tengah kacau balau terkena invasi alien. Memang, jika dilihat sepintas, beberapa elemen film box office cukup kental menghiasi film animasi pendek ini, mulai dari piring terbang ala District 9, hingga Bajaj yang bisa berubah bentuk menjadi robot ala Transformers!
Saya pribadi menganggap, bahwa animasi hasil karya Lakon Animasi ini layak disandingkan dengan hasil karya studio animasi internasional. Bayangkan, pasti sulit untuk membuat sebuah animasi perubahan dari bajaj menjadi sebuah robot Transformers. Belum lagi mimik-mimik karakternya, yang sedikit mengingatkan saya kepada gaya animasi dari film UP.
Oiya, untuk saat ini memang Lakon Animasi baru merilis episode pertamanya saja yang hanya berdurasi sekitar empat menit. Untuk episode keduanya, mereka menjanjikan akan merilis pada tahun 2012. Film animasi pendek ini terlihat cukup menjanjikan. Bahkan, film animasi ini sampai menarik perhatian sebuah website film luar negeri yang bernama Twitchfilm.
Penasaran dengan bagaimana kualitas animasinya? Simak deh video resminya yang diunggah lewat website Youtube ini:
Bagaimana? Bagus kan? Makanya Ayo kita dukung terus karya anak negeri!
Langganan:
Postingan (Atom)