Selasa, 17 April 2012

Jangan biarkan Indonesia Pecah


INDONESIA - Bangsa adalah suatu kelompok manusia yang dianggap memiliki identitas bersama, dan mempunyai kesamaan bahasa, agama, ideologi, budaya, dan/atau sejarah. Mereka umumnya dianggap memiliki asal-usul keturunan yang sama. Konsep bahwa semua manusia dibagi menjadi kelompok-kelompok bangsa ini merupakan salah satu doktrin paling berpengaruh dalam sejarah. Doktrin ini merupakan doktrin etika dan filsafat, dan merupakan awal dari ideologi nasionalisme.
Genosida bangsa ini bisa terjadi karena berbagai sebab. Kata genosida ini pertama kali digunakan oleh seorang ahli hukum Polandia, Raphael Lemkin, pada tahun 1944 dalam bukunya Axis Rule in Occupied Europe yang diterbitkan di Amerika Serikat.


Genosida yang sangat terkenal dan menjadi dasar berbagai bangsa memberikan suaka kepada kaum Yahudi adalah genosida yang (katanya) dilakukan oleh bangsa Jerman.


Holocaust merupakan persekusi dan pembantaian sekitar enam juta orang Yahudi yang dilakukan secara sistematis, birokratis dan disponsori oleh rezim Nazi beserta para kolaboratornya. “Holocaust” berasal dari bahasa Yunani yang artinya “berkorban dengan api.” Nazi, yang mulai berkuasa di Jerman pada bulan Januari 1933, meyakini bahwa bangsa Jerman adalah “ras unggul” sedangkan kaum Yahudi dianggap “inferior,” yaitu ancaman luar terhadap apa yang disebut dengan masyarakat rasial Jerman.


Selama masa Holocaust berlangsung, pemerintah Jerman juga menjadikan kelompok-kelompok lain sebagai target karena mereka dianggap memiliki “ras inferior”: Orang Roma (Gipsi), penyandang cacat, dan sebagian bangsa Slavia (Polandia, Rusia, dan yang lainnya). Kelompok lainnya dipersekusi karena alasan politis, ideologis, dan perilaku, di antaranya kaum Komunis, Sosialis, Kesaksian Yehova, serta kaum homoseksual. (Sumber : United States Holocaust Memorial Museum)


Walaupun ada sebagian yang menyangsikan kejadian sebenarnya, yang selama ini jadi propaganda kaum Yahudi untuk dikasihani oleh bangsa dari negara lain dengan tujuan menarik simpati. Holocaust yang dipercayai ini berakar dari diary nona Anne Frank. Berikut bukti yang dijadikan dasar bahwa holocaust tersebut adalah hoax
-Pada masa skitar 1944, ballpoint belum ada.Dan anehnya si Anne Frank sudah menggunakannya
untuk menuliskan diary tersebut.
-Terjadi perbedaan gaya bahasa tulisan saat dia umur 13 yang masih cenderung
baru jadi remaja menjadi super dewasa hanya dalam setahun. (14 juni 1942 - 15 juli 1944)
Kaum Yahudi tersebut hanya mengambil untung dari kejadian kecil yang dibesar-besarkan.
Sekarang kita membahas gejala kematian suatu bangsa yang tidak dilakukan oleh bangsa lain, setidaknya tidak secara langsung.
Sekarang ini dengan adanya identitas bahwa kita adalah bangsa Indonesia yang ditandai dengan Dasar negara, Lambang negara, Lagu Indonesia Raya dan Bendera negara mulai terkikis. Malah ada yang menuliskan ramalan tersebut dalam suatu buku yang (katanya) dilihat dari gejala-gejala yang tampak dewasa ini.


Buku ini juga menuliskan beberapa faktor yang menyebabkannya, antara lain ;


1. Kepentingan rimordial (kesamaan etnis)
2. Ikatan ekonomis (kepentingan bisnis),
3. Ikatan kultur (kesamaan budaya),
4. Ikatan ideologis (kepentingan politik), dan
5. Ikatan regilius (membangun negara berdasar agama)




Juga siklus 70 tahun yang mewarnai sejarah ibu pertiwi ini. Kerajaan Sriwijaya yang berkuasa pada abad 6-7 M di mana waktu itu rakyat di kawasan Nusantara bersatu di bawah kepemimpinannya. Memasuki usia ke-70 tahun kerajaan itu mulai buyar dan muncul banyak kerajaan kecil yang mandiri berdaulat. Alhasil, di awal abad ke-9 nama Kerajaan Sriwijaya hanya tinggal sejarah. Tujuh abad kemudian (abad 13-14 M) lahir Kerajaan Majapahit di Trowulan, Jawa Timur sekarang. Kerajaan besar itu berhasil menyatukan kembali penduduk Nusantara. Namun, kerajaan ini pun bernasib sama dengan Sriwijaya. Memasuki usia ke-70 pengaruhnya mulai hilang dan bermunculanlah kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara. Nama Majapahit pun hilang ditelan bumi. Tujuh abad pasca-jatuhnya Majapahit, di tahun 1945 (abad 20) rakyat Nusantara kembali bersatu dalam suatu ikatan negara bangsa bernama Republik Indonesia (abad 20-21). Tahun 2015 akan bertepatan RI merayakan HUT-nya yang ke-70.


Selain itu, Pertengkaran sesama anak bangsa yang sama-sama merasa jago dan hebat, masing-masing punya kendaraan partai, punya jaringan internasional, punya dana/uang mandiri, punya akses, merasa punya kemampuan jadi Presiden; merupakan penyebab ketiga Indonesia akan pecah berkeping-keping menjadi negara-negara kecil. Masing-masing tokoh ingin menjadi nomor satu di satu negara. Fenomena ini sudah menguat sejak era reformasi yang dimulai dengan diterapkannya UU Otonomi Daerah.
Dan salah satu penyebab Indonesia akan pecah di tahun 2015 karena adanya konspirasi global. Ada grand strategy global untuk menghancurkan keutuhan Indonesia. Ada skenario tingkat tinggi yang ingin menghancurkan Indonesia atau bahkan menghilangkan nama Indonesia sebagai negara bangsa, tegasnya. Konspirasi global ini, Djuyoto Suntani melihat, terus bergerak dan bekerja secara cerdas dengan menggunakan kekuatan canggih melalui penetrasi budaya, penyesatan opini, arus investasi, berbagai tema kampanye indah seperti demokratisasi, hak asasi manusia, kesetaraan gender, modernisasi, kebebasan pers, kemakmuran, kesejahteraan, sampai pada mimpi-mimpi indah lewat bisnis obat-obatan terlarang dengan segmen generasi muda.
Ramalan itupun menyebutkan daerah mana saja yang akan berdiri sebagai negara, yaitu ;


1.Naggroe Atjeh Darrusallam : Banda Atjeh
2.Sumatra Utara : Medan
3.Sumatra Selatan : Lampung
4.Sunda Kecil : Jakarta
5.Jamar (Jawa Madura) : Surakarta
6.Yogyakarta : Yogyakarta
7.Kalimantan Barat : Pontianak
8.Kalimantan Timur : Samarinda
9.Ternate Tidore : Ternate
10.Sulawesi Selatan : Makassar
11.Sulawesi Utara : Manado
12.Nusa Tenggara : Mataram
13.Flobamora & Sumba: Kupang
14.Timor Leste : Dili
15.Maluku Selatan : Ambon
16.Maluku Tenggara : Tual
17.Papua Barat : Jayapura
18. Negara Riau Merdeka
Apakah kalian setuju negeri merah putih ini mengalami perpecahan?? Mau sampai kapan pertikaian dengan mengusung kedaerahan akan terus berlanjut??


Siapapun dapat meramalkan hal ini bila melihat gejala-gejala yang berkenbang ditengah masyarakat sekarang ini. Tidak perlu menulis buku pun keinginan kuat untuk pisah dari ibu kandung bumi pertiwi semakin santer dihembuskan. Hentikanlah semua hal (apapun itu) yang memunculkan bibit perpecahan. Hapus organisasi liar yang jelas-jelas mengusung benih permusuhan seperti misalnya, fans klub sepakbola. Yang jelas terbukti menghasut anggotanya untuk saling bermusuhan antar fans klub yang lain dan dari tahun ke tahun menambah daftar korbannya.


Kita bukan Eropa. Kita bukan negara daratan. Kita bukan negara kuat seperti Inggris!!!
Jangan wariskan dendam antar daerah kepada generasi penerus. Jangan tanamkan warisan DIVIDE ET IMPERA pada relung hati anak bangsa.
Jangan pecahkan bangsa ini hanya untuk bendera kecil…….


Salam merah putih!!!

Tidak ada komentar: